Tinggalkan komentar

Acara Televisi dan Gaya Berpikir Orisinal

Oleh Lasma Panjaitan

Jika kita mau bicara soal keorisinalan di zaman mutakhir, maka orang Barat adalah panutan yang baik. Keorisinalan mereka dalam berkarya terpamerkan melalui banyak hal. Satu contoh bagusnya adalah acara televisi. Secara orisinal mereka bisa menggagas beragam genre acara televisi yang menarik: bincang-bincang, kuis, filem kartun, filem seri, ajang pencarian bakat, warta berita, filem dokumenter, dsb.

Karena orisinal dan menarik, acara-acara televisi Barat jadi tenar di mancanegara. Kita di Indonesia pun sudah kerap menikmatinya: bincang-bincang The Oprah Winfrey Show, ajang bakat American Idol dan Master Chef, filem seri komedi-situasi Friends, filem kartun The Simpsons dan Spongebob, dll.

Ketenaran acara-acara televisi Barat membuktikan keunggulan orang Barat dalam berpikir orisinal. Memang karya-karya orisinal tak bisa tidak dihasilkan oleh gaya berpikir orisinal, yakni gaya berpikir yang mengacu kepada penemuan ide-ide asli, unik, atau baru. Dalam berpikir orisinal, mungkin saja hal atau ide lama ditiru, namun tidak secara bulat-bulat. Gaya berpikir orisinal mampu memperbaiki/mengembangkan hal atau ide lama itu menjadi sesuatu yang berbeda atau punya keunikan tersendiri.

American Idol adalah salah satu contohnya. Acara televisi ini sebetulnya dikembangkan dari acara Pop Idol yang tayang di Inggris. Namun, dengan polesan konsep dan gaya yang lebih menarik ala Amerika Serikat (AS), American Idol menjadi satu kisah sukses besar. Acara ini bahkan menjadi semacam “cetak biru” bagi berbagai acara kontes bakat lainnya, yang juga punya polesan unik masing-masing: Rock Star, The Voice, Rising Star, Dancing with The Stars, So You Think You Can Dance, dll.1

Keorisinalan membuat suatu acara televisi mampu menjadi pusat perhatian dan tren. Selain itu, keorisinalan juga membuat suatu acara televisi “panjang umur” alias bertahan dalam waktu yang lama.

The Oprah Winfrey Show, misalnya, ditayangkan selama 25 musim dari tahun 1986 hingga tahun 2011.2 The Simpsons meraih predikat sebagai filem kartun komedi-situasi berjam tayang terpanjang di AS dengan 564 episode.3 Law and Order, filem seri drama penegakan hukum, menjadi tayangan drama terpanjang dalam sejarah pertelevisian dengan 451 episode.4

Jika kita bandingkan, acara-acara televisi Indonesia jelas masih tertinggal jauh dari acara-acara televisi Barat dalam banyak hal, khususnya keorisinalan. Kebiasaan buruk kita, orang Indonesia, ialah malas berpikir orisinal sehingga miskin karya orisinal. Lihat saja betapa banyaknya acara televisi kita yang sekadar meniru atau mengadopsi bulat-bulat acara televisi luar negeri, khususnya Barat. Tampaknya kita masih segan-segan memeras otak untuk membuat acara-acara televisi yang orisinal.

Berbeda dengan kita, orang Jepang dan Korea Selatan—sesama bangsa Asia—sudah dan terus menunjukkan kinerja keorisinalan di pertelevisian. Sebagai contoh, acara-acara permainan televisi asli Jepang seperti Nokabe, Sasuke, dan Fuun! Takeshi-jo telah mendunia.5 Begitu pula acara-acara drama televisi Korea Selatan yang muatan dan gayanya amat khas Korea. Filem drama Dae Jang Geum, misalnya, ditayangkan di 91 negara.6

Melihat dan mengetahui segala karya itu seharusnya memacu kita untuk berkarya orisinal pula. Seperti sudah ditunjukkan dengan gamblang oleh orang Barat, kunci keberhasilannya adalah gaya berpikir orisinal. Kunci ini ampuh juga untuk membuka pintu-pintu sukses di segala bidang kehidupan melampaui pertelevisian. Mari berkarya orisinal!

Catatan

1  “American Idol” dalam situs Wikipedia. <http://en.wikipedia.org/wiki/American_Idol>.

2 “The Oprah Winfrey Show” dalam situs Wikipedia. <http://en.wikipedia.org/wiki/The Oprah Winfrey Show>.

3 “The Simpsons” dalam situs Wikipedia. <http://en.wikipedia.org/wiki/The Simpsons>.

4 “Law & Order cancelled by NBC after 20 seasons: The culprit behind NY show’s demise? Low ratings” dalam situs NY Daily News. <http://www.nydailynews.com/entertainment/tv-movies/law-order-cancelled-nbc-20-seasons-culprit-behind-ny-show-demise-ratings-article-1.445231>.

5 Secara internasional Nokabe dikenal juga dengan nama Brain Wall, Sasuke dikenal juga dengan nama Ninja Warrior, dan Fuun! Takeshi-jo dikenal juga dengan nama Takeshi’s Castle.

6 “Dae Jang Geum” dalam situs Wikipedia. <http://en.wikipedia.org/wiki/Dae_Jang_Geum>.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: